Bahan: Filter udara primer dapat dibuat dari berbagai bahan seperti kain bukan tenunan, serat plastik, karbon aktif, dan logam. Setiap bahan memiliki karakteristiknya sendiri seperti kemampuan bernapas, ketahanan korosi, dan kinerja adsorpsi.
Struktur: Filter udara primer dapat diklasifikasikan menjadi panel, lipit, tas, kotak, dll. Setiap struktur memiliki area penyaringan dan efisiensi yang unik.
Efisiensi Filtrasi: Filter udara primer terutama menyaring partikel debu di atas 5μm. Namun, efisiensi filtrasinya bervariasi tergantung pada tingkatan yang berbeda (seperti G1, G2, G3, G4). Semakin tinggi kadarnya, semakin tinggi efisiensi filtrasinya.
Klasifikasi Kelas: Efisiensi filtrasi filter G1 adalah 40% @ 5-10μm, sedangkan filter G4 dapat mencapai 90% @ 5-10μm.
Masa pakai filter udara primer bergantung pada berbagai faktor seperti lingkungan, efisiensi filtrasi, dan bahan filter. Di lingkungan yang baik, beberapa filter udara primer berkualitas tinggi dapat bertahan 1-4 bulan. Namun, di lingkungan yang keras, penggantian mungkin perlu lebih sering.
Filter udara primer banyak digunakan pada AC sentral, sistem ventilasi terpusat, kompresor udara besar, sistem udara balik bersih, dll. Skenario aplikasi yang berbeda memiliki kinerja dan permintaan yang berbeda untuk filter udara primer.
Berbagai merek filter udara primer mungkin berbeda dalam kinerja, kualitas, harga, dll. Disarankan untuk bekerja sama dengan pemasok yang menawarkan kualitas baik dan harga wajar, seperti DSX.
Kesimpulannya, filter udara primer berbeda dalam bahan, struktur, efisiensi dan kualitas filtrasi, masa pakai, skenario aplikasi, merek, dan harga. Memilih filter udara primer yang tepat memerlukan evaluasi dan pemilihan berdasarkan lingkungan penggunaan dan kebutuhan tertentu.